Apartemen Sebagai Lahan Investasi Properti Yang Menguntungkan

investasi apartemen

Kebutuhan akan tempat tinggal di kota besar Indonesia seperti Jakarta tidak pernah menurun. Bahkan seiring dengan laju pertumbuhan ekonomi, kebutuhan tersebut terus mengalami peningkatan. Namun dengan semakin sedikitnya lahan pembangunan yang dapat dijadikan tempat tinggal, apartemen kerap menjadi pilihan investasi yang bisa anda lakukan.

Seiring dengan perjalanan waktu, hunian seperti apartemen tidak lagi dijadikan pilihan untuk diperuntukkan sebagai tempat tinggal. Saat ini sudah banyak orang menjadikan apartemen yang dibelinya untuk dijadikan investasi jangka panjang. Memang terbukti, apartemen merupakan lahan investasi yang cukup menguntungkan. Di lokasi yang strategis, investasi dalam bentuk apartemen dapat memberikan pendapatan sebesar 20% per tahun.

Lokasi

Mempertimbangkan faktor lokasi adalah hal mutlak bila menginginkan keuntungan. Namun, lokasi seperti apa yang bisa memberikan keuntungan?

Bagi pengembang, pemilihan lokasi apartemen harus mengantongi penilaian sunrise property. Sebab pertimbangan itu juga yang akan menguntungkan calon pembelinya.

Kategori sunrise property cukup beragam. Ada yang menganggap dekat dengan rencana pembangunan infrastruktur, ada juga yang mengatakan soal hitungan jarak menuju pusat bisnis adalah indikator utama.

Kenaikan harga

Faktor kedua yang harus diperhatikan adalah kenaikan harga. Seorang investor wajib mengetahui kapan apartemen tersebut dimulai dibangun, serta catatan kenaikan harga dari tahap pre-sale sampai harga terkini.

Secara keseluruhan, lokasi apartemen pasti sangat menentukan pangsa pasar yang diinginkan dan besaran keuntungan yang hendak diraih. Jika menyebut contoh, koridor Bintaro di Tangerang Selatan masih bisa disebut sebagai lokasi sunrise property.

Tak heran, harga apartemen yang berada di jalur ini mengalami perkembangan harga cukup bagus. “ANWA Residence dari sejak soft launching sampai sekarang sudah ada kenaikan 15%. Untuk saat ini, harga apartemen tipe Studio berkisar Rp400 juta hingga Rp500 juta atau Rp14 juta per m2,” kata Krisna Kusuma Tedja, Marketing Head Anwa Residence.

Ada lima tipe unit yang ditawarkan, diantaranya tipe Studio kecil, Studio besar, satu kamar tidur, dua kamar tidur, dan tiga kamar tidur.

Menyeimbangkan dari sisi harga jual, pengembang PT Sari Kresna Group mengincar kaum milenial yang berdomisili di area ring satu seperti Bintaro, Pamulang, Ciputat dan sekitarnya, sebagai target pangsa pasar utama.

ANWA Residence merupakan apartemen dua menara yang berdiri di atas lahan seluas 2,1 hektare. Lokasinya terpaut satu kilometer dengan Bintaro Jaya Xchange, Stasiun KRL Jurangmagu, hingga pintu Tol Jakarta – Serpong.

Status lahan

Selanjutnya adalah jeli untuk mencari kebenaran status lahan apartemen tersebut. Apartemen yang tepat dijadikan untuk berinvestasi adalah sudah menjadi hak milik pengembang, dan bukan masih status Build, Operate, Transfer (BOT).

BOT sendiri merupakan upaya pemanfaatan aset milik negara atau daerah berupa tanah yang pemanfaatannya dilimpahkan kepada pihak lain atau swasta selama jangka waktu tertentu. Pihak swasta memperoleh hak konsensi (hak mengelola lahan dan bangunan) dan pemerintah mendapatkan royalti atas pemakaian asetnya.

Secara pemanfaatan sangat baik, namun kelemahan dari status BOT ini adalah pada saat habis masa penggunaan oleh pihak swasta, tanah dan bangunan yang dibangun swasta di atas tanah tersebut harus dikembalikan atau diserahkan kepada pemerintah pusat atau pemerintah daerah.

Fasilitas

Mengingat penghuni apartemen sangat dinamis, jadi pilihan apartemen yang menyediakan fasilitas lengkap seperti pasar swalayan, foodcourt, area parkir, shuttle bus, service charge yang terjangkau, kolam renang, taman bermain, dan fasilitas olahraga.

Memiliki area komersil

Terakhir adalah memiliki area komersial seperti hotel atau condotel. Dengan adanya area komersil, lambat laun akan membuka pangsa pasar potensial. Artinya, pasar akan menimbangkan antara dua pilihan, apabila harga sewa hotel dinilai lebih mahal.