Ide Rumah Layak Bagi Masyarakat Kecil Kampung Walang

konsep rumah layak di kampung walang

Theodere Sutiswan, seorang mahasiswa yang mengambil jurusan desain interior di Universitas Pelita Harapan, menawarkan ide hunian layak untuk masyarakat kecil. Dalam tugas akhir kuliahnya, Theodere mengumpulkan data dan meneliti kebutuhan warga yang tinggal di Kampung Walang, Lodan, Jakarta Utara.

Setelah data berhasil dikumpulkan, Theodere menyampaikan konsep rumah sederhana yang didesainnya seluas 5 x 6 meter yang sudah memenuhi seluruh kebutuhan warga kampung tersebut. Hunian rumah yang dibuatnya terdiri dari rumah sewa, rumah toko, dan rumah tinggal biasa.

Selain membuat desain konsep tata ruang kampung, ide dari penelitian ini juga mendorong para warga aktif dalam beragam kegiatan positif, seperti kerja bakti, kegiatan olahraga, ruang penghijauan melalui kebun sayur sederhana, dan sebagainya.

Ia mendesain tata letak kampung dengan memasukan fasilitas yang dibutuhkan yaitu masjid dan madrasah dalam 1 lokasi, PAUD, serta Balai Warga. Menurut Theo, ide rancangan fasilitas tersebut merupakan hasil diskusi bersama dengan para penghuni kampung tersebut.

Agar selaras dengan konsep pembangunan, Theo bahkan melibatkan dirinya dalam perencanaan Community Action Plan (CAP) mandiri – program Pemprov DKI untuk meningkatkan kesejahteraan warga.

Kampung Walang termasuk dalam 21 kampung kumuh yang akan dilakukan penataan oleh Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI Jakarta.

Melihat konsep rancangan penataan kampung dan penyediaan rumah layak huni ini, Dekan School of Design (SoD) UPH, Dr. Martin Luqman Katoppo, S.T., M.T, mengapresiasi hasil penelitian mahasiswanya.

“Kehadiran desain (arsitektur maupun interior) harus mampu berdampak nyata dan menjawab kebutuhan serta memunculkan inovasi sosial di tengah masyarkat,” pungkasnya.