Peningkatan Harga Lahan Di Jakarta Mendorong Pembangunan Di Bodetabek

peningkatan harga lahan di Jakarta

Sektor properti di daerah berpenduduk padat saat ini sedang mengalami perkembangan yang cukup pesat. Hal ini ditandai dengan semakin meningkatkan harga tanah di Jakarta yang memiliki jumlah penduduk terbanyak. Karena itu, para pengembang berupaya untuk menjadikan wilayah bodetabek sebagai target pembangunan selanjutnya.

Laporan yang dirilis Savills Research & Consultancy mengungkapkan, pasokan apartemen di kota-kota penyangga seperti Bogor, Depok, Tangerang dan Bekasi bertambah sejumlah 1.072 unit hingga Semester I-2018.

Jumlah ini didapat dari penyelesaian empat buah proyek, dan menambah total jumlah pasokan apartemen sejumlah menjadi 61.597 unit. Angka ini dua persen lebih tinggi dibanding jumlah pada pada akhir tahun lalu.

Dari total 16 proyek yang diluncurkan, 10 diantaranya berada di Tangerang. Kota ini mendominasi pasar di wilayah Bodetabek, dengan persentase sebesar 50,6 persen. Angka ini tentu lebih besar dibanding dengan jumlah pasokan di tiga kota lainnya jika digabungkan.

Sebagai informasi, pasokan apartemen di Bekasi sebesar 24,8 persen, sementara persentase Bogor dan Depok sebesar 13,8 persen dan 10,8 persen. Dalam hal lokasi, Tangerang masih akan memimpin dalam jumlah pasokan apartemen.

Proyeksi 2019

Jumlah pasokan diproyeksikan mencapai 55.793 unit pada 2019. Sama sepeti Jakarta, apartemen kelas upper middle masih menjadi salah satu yang diminati, dengan persentasi sebesar 46,7 persen.

Jumlah ini sedikit lebih rendah dibanding persentase kelas lower middle, yakni sekitar 52,9 persen. Kelas upper hanya mendapatkan porsi kecil yakni sebesar 0,4 persen.

Peningkatan Harga

Hingga pertengahan 2018, rerata harga apartemen di wilayah Bodetabek berkisar di angka Rp 15,4 juta. Harga ini dua persen lebih tinggi dibanding akhir tahun 2017 yang sebesar Rp 15,3 juta.
Ke depannya, harga diperkirakan akan meningkat menjadi tiga hingga empat persen. Sementara harga apartemen kelas upper middle dan upper akan meningkat, karena jumlah pasokannya yang lebih sedikit dibanding dengan kelas lower middle.

Selain itu, faktor lain yang memengaruhi peningkatan harga kelas upper middle dan upper adalah karena bertambahnya kelompok masyarakat berada terus meningkat.